Model Pondasi Untuk Rumah Sederhana di Daerah Rawan Longsor Deliksari Gunungpati Semarang

Himawan Indarto, Dosen Jurusan Teknik Sipil Universitas Diponegoro, E-mail : himawan.indarto@gmail.com

Hanggoro Tri Cahyo A., Dosen Jurusan Teknik Sipil Universitas Negeri Semarang, E-mail : hangs.geotek@gmail.com

ABSTRAKSI : Setiap musim penghujan, warga RT04/RW06 Dukuh Deliksari, Kelurahan Sukorejo, Kecamatan Gunungpati Semarang selalu khawatir akan kondisi rumah dan jalan kampung mereka yang selalu bergeser akibat gerakan massa tanah pada lereng. Gerakan massa tanah ini terjadi secara berlahan sehingga tidak sampai merobohkan rumah dalam seketika. Setiap tahun pula warga secara bergotong-royong memperbaiki rumah yang rata-rata terbuat dari material kayu. Berdasarkan hasil survey lapangan, struktur pondasi rumah yang digunakan oleh warga adalah jenis pondasi batu kali sederhana yang berdiri di atas tanah lanau kelempungan dengan kedalaman tanah keras (qc sondir >250 kg/cm2) pada -4,00 hingga -5,00 meter. Sudut lereng alam pada lokasi studi berada dikisaran 7° hingga 12°. Respon bangunan rumah kayu terhadap deformasi pada tanah pendukung menunjukkan struktur rumah kayu mengalami deformasi yang tidak sama di setiap titik pertemuan (joints) elemen sloof, balok dan kolom sesuai dengan arah gerakan massa tanah yang dominan. Untuk itu diperlukan struktur pondasi yang lebih kaku jika terjadi deformasi pada tanah pendukung. Model pondasi dipilih adalah tiang bor berfungsi sebagai ‘paku’ untuk meminimalkan pergeseran titik pondasi. Sedangkan untuk mengkakukan sistem pondasi maka dipilih balok sloof pengaku diagonal antar titik kolom. Kegiatan studi parameter pada tahap perancangan model struktur pondasi ini, dilakukan untuk memprediksi perilaku deformasi dari pondasi, jika kedalaman tiang bor yang dipasang belum atau sudah menembus bidang longsornya. Selain itu, pengaruh dari dimensi sloof pada perilaku deformasi juga akan dihasilkan dari tahap ini. Berdasarkan penelitian yang dilakukan, pondasi tiang bor diameter 20 cm sedalam 5,0 meter yang dikombinasikan balok sloof pengaku diagonal antar titik kolom secara analisis numerik membantu meningkatkan stabilitas struktur rumah kayu. Namun demikian, secara keseluruhan pondasi tiang bor tidak meningkatkan faktor aman kestabilan lereng (SF) baik pada kondisi ujung tiang bor hanya menempel lapisan tanah keras maupun pada kondisi tiang bor menembus tanah keras sedalam 1,00 m. Nilai SF kestabilan lereng tetap hanya berkisar 1,20.

Kata kunci : gerakan massa tanah, pondasi, tiang bor, sloof diagonal, deliksari.

Paper ini telah dipublikasikan di prosiding Seminar Nasional Geoteknik 2014 Yogyakarta, 10-11 Juni 2014 yang diselenggarakan oleh Jurusan Teknik Sipil dan Lingkungan FT UGM bekerjasama dengan HATTI Cabang DIY.

DSCN1584

Unduh paper.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s